Rabu, 31 Mei 2017

SABTU YANG MELELAHKAN


UNITED4D - Namaku Cynthia. Ini baru pertama kali aku coba buat ngirim cerita seksku. Sudah sejak 3 tahun lalu, aku selalu “haus seks”. Entah itu karena keperawananku yang diambil oleh mantan cowokku ato itu karena libidoku yang besar. Sejak saat itu, aku selalu mencari cowok yang bisa aku ajak nge-seks. Aku tidak peduli itu cowok apa, yang penting dia punya barang yang bisa memuasin aku. Banyak sekali teman teman cowok ku yang datang di apartemenku kalo aku lagi tidak ada kelas. Begitulah hidupku di LA. Sekarang aku mau cerita tentang pengalaman seks ku yang tak terlupakan.
Baca Juga : 
“Hmph, capek nih” umpatku dalam hati.
Hari itu aku kuliah sampai jam 9 malam. Parkiran mobil pun sudah gelap. Sambil melihat kanan kiri, aku pun berlari-lari kecil menuju ke mobilku yang ku parkir di belakang gedung science. Ketika sampai di mobil, HP ku berbunyi. Ternyata si Rei.
“Halo Cyn, lagi ngapain?” tanya si Rei.
“Ini nih, lagi mo pulang baru aja selesai kelas” sahutku sambil menstater mobil.
“Ooh, mo ke sini ga? Kita ntar mo ngadain pesta nih. Kan hari sabtu, masa di rumah aja sih?” Si Rei pun nyerocos.
“Oh ya? Mau donk, kalo gitu gue ke sana sekarang deh” jawabku dengan senangnya.
“OK deh. Bye”
Sejak hidup di LA, aku selalu suka dengan kehidupan malam. Pesta, diskotik ataupun pergaulan bebas. Akupun mulai merapikan rambut dan pakaianku. Kemudian, aku mulai membubuhkan make-up tipis di mukaku. Setalah selesai, aku pun mengendarai mobilku ke tempat Rei. Rei adalah anak orang kaya. Apartemenya yang terletak di daerah BH itu sangat mahal harganya. Aku pun memberhentikan mobilku di depan Liquor Store. Ketika aku turun dari mobil, banyak cowok bule yang melihat dan bersiul kepadaku. Saat itu aku hanya mengenakan rok pendek dan kaos putih ketat. Payudaraku yang berukuran 34 c itu pun tampil kian menggoda. Memang payudaraku cukup besar untuk orang seukuranku. Ketika aku sedang mencari cari liquor kesukaanku, Hp ku pun berbunyi lagi. Ketika kulihat nama Rei, aku segera menjawab. Hanya percakapan kecil yang terjadi, ternyata dia minta dibelikan beberapa botol bir. Aku pun segera mengambil sebotol XO dan 12 botol corona. Setelah membayar, aku pun segera mengemudikan mobilku ke tempat Rei. Dengan kemacetan LA aku pun tiba di tempat Rei setelah setengah jam di mobil. Rei pun menyambut ku dengan gembira. Ketika aku masuk, ternyata tidak ada seorang pun di situ selain aku dan Rei.
“Kok ga ada anak anak? Katanya mo pesta?” tanyaku keheranan.
“Ntar lagi juga pasti datang” jawabnya sambil tersenyum.
“Siapa aja sih?” kejarku.
“Cowok-cowok lah, 7 orang deh kayaknya.” katanya sambil berjalan ke dapur.
“Jadi gue cewek sendiri nih?” tanyaku keheranan.
Dengan santainya dia cuma menjawab “Yup, kenapa? Loe ga suka? Kan loe biasanya suka main keroyokan. Apalagi kalo ceweknya cuman loe sendiri.”
“Loe gila ya? loe bikin pesta buat cuman ngentotin gue rame rame?” tanyaku dengan kaget.
“Bukannya loe suka kayak gituan, apalagi barang mereka gede gede lagi. Tenang aja, dijamin puas” imbuhnya sambil ketawa nyengir.
Aku cuma diam saja. Rei memang sering nge-seks denganku, tapi kita tidak pacaran. Aku juga pernah nge-seks dengan Rei dan dua temannya. Tapi kali ini TUJUH orang. Aku takut tapi aku juga terangsang. Aku memang sangat suka menjadi pusat perhatian apalagi gangbang. Rei tau itu. Rei tau semua tentang aku. Tapi aku cuma tau sedikit tentang Rei. Dia sangat suka melihat cewek di entot rame rame.
“Kenapa? kok bengong?” tanya Rei sambil mengusap usap tangannya ke pantat kiriku.
“Ga kenapa kenapa kok” jawabku singkat.
Aku memang sudah biasa dengan kelakuan Rei. Tangan Rei yang tadi cuman memegang pantat kiriku, kini meremas remas pantatku dengan kerasnya.
“Udah lah Rei, siapin dulu donk makanan buat pestanya” kataku sambil menepis tangannya.
“Kok gitu sih? Ayo donk kan udah lama gue ga liat loe telanjang” katanya santai.
“Ya udah kalo loe mau, tapi siapin dulu donk makanannya. Habis itu kalo ada waktu gue mau mau aja. Gimana? Mau ga?” tanyaku menggoda.
“Hahaha. Kita cuma makan chips doank kok malem ini. Tuh chipsnya udah ada. Tinggal dibuka doank” katanya sambil memasang muka mesum.
“Iiih, benci gue ama loe” kataku sambil mencuekin muka mesum dia.
“Ya udah gue bikinin salad deh. Mau ga?”
“Bikin lah kalo loe mau” katanya singkat.
Ketika aku membuat salad di meja dapur, tangan tangan Rei menjelajahi pantatku. Aku yang sudah biasa dengan itu cuma mendesah desah kecil. Aku merasakan kedua tangannya mengangkat rok ku sampai ke pinggangku. Dia hanya bersiul ketika melihat pantatku yang penuh. Waktu itu aku memakai G-string jadi dia bisa melihat semuanya. “Auw” jeritku ketika Rei memukul pantatku sambil ketawa. Aku pun meneruskan mengaduk salad ketika dia menurunkan g-stringku sampai ke lantai. Aku segera mengangkat kakiku dan menendang g string itu ke belakang. Aku kira Rei akan segera memasukan penisnya ke dalama memekku, tetapi dia hanya menurunkan rok ku dan merapikannya.
Aku terheran heran ketika dia melakukan itu tapi aku tidak mengatakannya. Kini tangan Rei mulai meraba raba dan meremas payudaraku sambil mulutnya menciumi leherku. Aku hanya melenguh kecil ketika dia meremas payudaraku dengan agak keras. Aku memberhentikan kerjaanku dan mencoba menikmati rangsangan Rei. Rei pun mulai melepas baju ketatku. Rei hanya diam ketika dia melihat tubuhku yang setengah telanjang. Aku yang sudah sangat terangsang mulai memijit mijit penis Rei dari luar celananya. Rei pun melenguh keenakan ketika aku remas remas dan kukocok penisnya perlahan. Rei tidak diam saja, dia langsung melepas behaku dan melemparkannya. Aku yang hanya memakai rok mencoba membuka baju Rei. Tapi Rei cuman menepis tanganku. Rei pun ketawa ketika melihatku kebingungan. Rei pun mulai membungkuk dan mengambil beha dan g stringku yang berserakan di lantai. Kemudian dia berjalan ke kamarnya meninggalkan aku yang kebingungan dan sangat terangsang. Ketika aku tersadar bahwa payudaraku terpampang bebas, aku pun kembali mengenakan kaos putih ketatku. Aku merasa kalau putingku tercetak jelas dengan baju itu. Tapi aku tidak punya pilihan lain. Rei pun kembali ke dapur dan kulihat bahwa beha dan g stringku telah dia sembunyikan.
“Boleh juga toket loe, lebih keliatan gede lho” katanya sambil meremas remas toketku.
“Mau loe apa sih Rei? Mau ngentot ga sih loe?” tanyaku sudah tidak sabar.
“Oh, loe mau ngentot?” tanya nya dengan muka sok innocent.
Aku pun menjadi malu sendiri. Belum sempat aku menjawab telpon apartement Rei berbunyi. Aku tau kalo teman temannya sudah ada di luar. Mereka cuma minta dibukain pintu saja.
“Nih kalo loe mau ngentot, mending loe sekarang emut kontol gue sampe gue keluar” tantangnya
“Ada tamu Rei” kataku sambil kebingungan.
Rei pun segera memencet tombol untuk membuka pintu apartemen. Apartemen Rei ada di lantai 8.
“Masih ada waktu kok”, kata Rei sambil meringis, “ayo mau ga?”
“Ntar kalo mereka liat gimana?” kataku sambil melihat ke pintu.
“Cuek aja lah. Mereka juga udah tau kalo loe suka nge seks, apalagi gue udah kasih tau mereka kalo loe suka di gangbang. Udah nyerah aja, ntar juga loe pasti ngemut kontol mereka juga”.
Aku pun hanya diam dan berjongkok di depan dia. Tanganku mulai membuka resletingnya dan ku keluarkan penis dia yang terbilang besar itu. Tanpa ragu ragu, aku pun segera melahap batang itu dan menghisapnya. Rei hanya melenguh kecil sambil menjambak rambutku ketika aku memasukkan penisnya sampai masuk ke tenggorokanku. Aku memang pandai sekali memberi Deep Throat. Ketika aku memberi dia deep throat, Rei pun segera melenguh panjang dan menembakkan air maninya ke mulutku yang langsung kutelan. Aku memang suka menelan air mani cowok. Rei hanya tersenyum ketika aku menjilat jilat batangnya yang perlahan mengecil. Rei pun memasukan senjatanya kembali ke celananya dan aku hanya mengusap bibirku dengan tissue. Tak lama, Pintu apartemen Rei pun terbuka dan masuklah tujuh orang yang tidak aku kenal. Mereka semua berbadan bagus dan bertampang yang lebih dari biasa.
“Halo Rei, siapa tuh ceweknya?” tanya teman si Rei yang akhirnya kuketahui namanya Donny.
“Oh dia Cynthia, temen gue” Kata Rei santai “Kenalan sana”
Singkat kata, aku pun berkenalan dengan mereka semua. Aku tidak bisa mengingat nama mereka semua karena mereka terlalu banyak. Rei pun segera bercakap cakap dengan mereka sementara aku masih di dapur menyiapkan makanan. Ketika aku sedang mencari cari tempat buat chips, aku merasakan ada tangan yang memegang pantat ku. Aku kira itu tangan milik si Rei, jadi aku hanya diam dan meneruskan kerjaanku.
“Hmm, boleh juga pantat loe”
Ketika aku mendegar bahwa itu bukan suara Rei aku pun kaget dan segera menepis tangan itu.
“Pinter juga si Rei kalo cari cewek” ternyata itu si Donny.
“Udah ga usah sok jual mahal, Rei udah ngomong kalo loe itu suka seks” imbuhnya.
Aku sangat sakit kaget ketika dia ngomong secara terus terang. Aku hanya diam saja sambil menunduk malu.
“Loe tau kenapa loe di sini?” tanyanya lagi.
Aku hanya menggelengkan kepala saja.
“Loe itu di sini buat muasin kita kita. Mending loe sekarang ikutin aja apa yang aku bilang ato loe bakalan diperkosa rame rame ama mereka.” katanya mengancam.
Aku yang tidak punya pilihan lain hanya mengangguk menurut.
“Hehehehe.. bagus. Sekarang loe temenin mereka ngobrol trus gue bakalan siapin minumannya.” suruhnya.
Aku pun hanya mengangguk dan mengambil salad yang tadi aku buat. Ternyata mereka lagi berjudi. Aku tidak tau apa yang mereka mainkan tapi mereka menyuruhku duduk dan ikut main. Mereka pun segera menjelaskan peraturannya. Aku baru tau kalo mereka itu bermain poker, tapi yang menang bisa menyuruh salah satu dari yang kalah untuk melepas baju. Aku pun mengiyakan aja meskipun aku tau kalo aku kalah dua kali maka aku akan telanjang bulat. Aku pun tersadar, jadi ini maksud Rei mengambil beha dan g stringku. Aku hanya melirik ke Rei yang tersenyum kemengangan. Tak lama, Donny pun datang membawa minuman. Dia memberiku sebotol corona yang tadi kubeli dan kuminum pelan pelan. Ketika ronde pertama di mulai, mereka pun segera dengan cepatnya mengatur kartu mereka. Aku yang tidak tau apa apa, cuma melihat kartuku dan meminum coronaku. Aku merasa bahwa salah satu dari mereka menang, mereka pasti akan menyuruhku membuka bajuku.
Ternyata benar, aku tidak tau apa nama kartuku tetapi meraka ngomong kalo aku kalah. Maka salah satu dari mereka menyuruhku melepas bajuku. Ketika aku membuka bajuku, mereka hanya berkomentar tentang toketku yang besar itu. Aku yang setengah telanjang hanya menunduk malu dan menutupi putingku dengan tanganku. Tak lama kemudian, mereka memulai ronde yang kedua. Aku merasa bahwa muka dan badanku mulai memanas, aku tidak tau apakah itu reaksi dari bir atau sorotan sorotan mereka. Aku yang mulai merasa canggung, mulai meminum birku sampai habis. Tak lama kemudian, ronde ke dua berakhir dengan melayangnya rok ku. Memekku yang tak berambut itu sudah tidak tertutupi apa apa. Aku merasa memekku mulai gatal, dan aku tersadar kalo Donny telah mencampurkan obat perangsang ke dalam bir ku. Aku yang sudah tidak bisa menahan gatalnya mulai menggesek gesekkan pahaku.
“Hehehehehe, terangsang ya cyn?” tanya si Rei dengan santainya.
Aku cuma diam saja dan menunduk.
“Kalo mau ngerasain kontol kita kita bilang aja Cyn” imbuhnya.
Aku sangat malu, tapi aku juga terangsang dengan hebatnya. Aku yang masih menggesek gesekan pahaku tanpa sadar mengeluh terangsang. Mereka cuma tertawa melihatku seperti itu.
Aku pun berkata ke Rei “Rei, please masukin kontol loe”.
Mereka yang mendengar itu hanya tertawa dan mulai mengeluarkan kontolnya.
Rei pun menjawab “Kalo loe mau dientot, loe ngomong ama mereka semua, jangan cuma gue doank. Ntar yang lain kan iri” katanya mengejek.
“Pls entot gue, gue udah ga tahan lagi” kataku sambil merangkak ke salah satu dari mereka dan mulai meremas remas kontolnya.
Mereka hanya ketawa dan memanggilku “maniak seks”, “cewek gila kontol” dan lain lain nya.
Aku pun segera memasukan kontol yang kupegang itu ke mulutku. Kumulai dengan mencium kepala kontolnya dan menjilat jilat batangnya yang sudah tegang. Empunya kontol itu pun segera mengeluh tertahan dan memegang kepalaku dan memaksaku memasukan kontolnya yang panjang itu ke mulutku. Aku hanya memejamkan mata ketika aku merasakan kontol lain menerobos dinding vaginaku. “Ooh”, lenguhku tertahan. Seseorang yang mengentotku dari belakang itu segera memaju-mundurkan kontolnya di memekku. Aku merasa kalo tiap kali dia mendorong pantatnya, kepala kontolnya menyentuh dinding rahimku. Salah seorang dari mereka memukul pantatku hingga merah dan memasukan salah satu jarinya ke dalam anusku. Aku pun hanya melenguh keenakan. Ketika aku masih keenakan merasakan jari di anusku, kontol yang ada di mulutku segera menyemprotkan air maninya dan langsung kutelan. Aku pun mulai menjilati kontol itu dengan maksud membersihkannya. Cowok yang kujilati kontolnya itu hanya tersenyum dan meremas toketku.
Dengan tiba tiba, cowok yang memompaku dari belakang menarik kontolnya. Aku yang masih belum keluar menoleh dengan protes tapi kulihat kalo itu ternyata si Donny yang memompaku dan Donny hanya berdiri dan meninggalkanku sambil tersenyum. Dia pun menyuruhku untuk menungging dengan tangan di meja makan. Aku pun menurut saja. Ketika aku sudah dalam posisi menungging, Donny pun dengan kasarnya memasukkan kontolnya di anusku. Aku pun menjerit menahan sakit yang luar biasa itu. Setelah dua menit kesakitan, aku pun mulai merasa nikmatnya anal seks. Aku pun segera mengikuti irama Donny, dan Donny pun segera mengangkat kedua pahaku dengan kontol yang masih di anusku. Aku pun tidak punya pilihan lain selain bersandar kebelakang supaya tidak jatuh. Donny dengan pelannya menaik turunkan tubuhku sambil memutar badannya. Maka memekku pun terpampang dengan jelas ke cowok cowok yang laen. Aku sangat kaget ketika aku melihat si Rei merekam kejadian itu dan temannya memfotoku.
Tapi, kenikmatan yang aku dapatkan dari Donny menelan kekagetanku dan membuatku orgasme. Aku segera menggerang gerang keenakan sambil memilin milin puting kananku. Aku merasa ada cairan vaginaku yang menetes keluar. Kemudian, aku merasa si Donny mulai mempercepat kocokannya di anusku. Aku yang takut jatuh segera menyenderkan tubuhku ke belakang dan membiarkan toketku meloncat loncat dengan bebas. Aku pun juga melihat lampu lampu flash kamera yang mengabadikan kejadian itu. Donny pun segera menjatuhkan tubuhku di kasur yang sudah disiapkan cowok cowok lain di ruang tamu. Aku jatuh dengan telungkup dengan kontol yang masih di anusku. Dengan cepatnya, si Donny mencabut kontol itu dan segera mengeluarkan spermanya di dalam gelas wine yang bening. Aku yang kelelahan cuma melihat itu dengan penuh tanda tanya.
Belum sempat aku mengatur nafas, Donny menyuruhku menjilati kontolnya sampai bersih. Aku menjilati kontol itu dengan perasaan yang jijik. Kemudian salah satu dari mereka segera mengangkatku dan memasukkan kontolnya ke memekku. Aku pun cuma melenguh tertahan. Cowok itu segera memaju mundurkan kontolnya dengan aku keadaan berdiri. Aku hanya bisa berteriak teriak kecil karena kontol itu sangat besar diameternya. Aku merasa ada kontol laen yang menerobos anusku. Aku merasa seperti sandwich karena diapit kedua cowok besar itu. Tak lama kemudian aku pun orgasme lagi dan lagi. Tiap kali mereka mau keluar, mereka segera mencabut kontolnya dan mengeluar kan air mani merek di dalam gelas wine. Aku masih bingung dengan itu, tapi ketiga orang yang belom mengentotku segera mengeroyokku. Ada yang memasukkan kontolnya ke memekku, ke mulutku ataupun mengentot toketku. Aku sudah seperti di dalam sorga dunia.
Aku tidak tahu sudah berapa kali aku orgasme malam itu. Mereka mengentotku dengan nonstop. Selalu ada kontol yang mengisi vaginaku. Ketika mereka semua sudah selesai mengentotku, mereka menaruhku di sofa dengan kepala di bawah. Aku sudah tidak tahu apa yang terjadi tapi dengan samar samar aku lihat Donny memasukan leher botol bir yang masih penuh isinya ke vaginaku. Aku pun segera terasadar dengan adanya benda dingin di vaginaku, tapi aku sudah terlalu capek untuk berontak. Aku hanya bisa melihat Donny menaik turunkan botol itu di vaginaku. Kemudian, aku merasakan bir yang meleleh turun dari vaginaku ke toketku. Kemudian, Donny segera menarik botol bir itu dan menyuruhku membuka bibir memekku dengan tanganku. Akupun hanya menurut saja. Kemudian, aku melihati Donny memasukan sedotan ke dalam memekku yang penuh dengan bir dan dengan segera aku merasakan bir itu disedot oleh Donny dan ditelannya. Mereka semua tertawa ketika melihatku melenguh menandakan aku orgasme lagi. Aku yang sudah terlalu capek, mulai merangkak ke atas kasur di lantai ruang tamu dan aku pun tertidur.
Keesokan paginya, aku pun terbangun dengan sebuah mentimun di memekku. Aku kebingungan dan aku lihat cowok cowok itu sudah tertidur dengan lelapnya di sebelahku dan di sofa. Aku pun segera mengeluarkan mentimun itu dari memekku. Ketika aku bangun, aku baru merasakan panasnya anusku dan sakitnya memekku. Dengan sedikit tertatih aku berjalan mencari baju baju ku. Aku menemukan kaos putihku dan rok ku yang langsung kukenakan. Akupun berjalan ke arah kamar mandi untuk merapikan diri. Ketika aku sedang menyisir rambutku yang acak acakan, pintu kamar mandi terbuka dengan tiba tiba dan aku lihat Donny menyeruak masuk. Aku cuma melihat apa yang bakalan dia lakuin. Tak kuduga, dia dengan tanpa malu mulai kencing dengan enaknnya. Aku yang melihat itu hanya menggelengkan kepala dengan jijik. Setelah aku selesai menyisir rambutku, aku segera keluar secepat mungkin dari kamar mandi itu sebelum si Donny menyuruhku berbuat yang macam macam.
Aku pun segera mencari dompet dan kunci mobilku ketika Rei memegang tanganku dan menyuruhku minum pregnancy pil. Rei menyuguhkan pil itu dan segelas air putih yang langsung kuminum.
“Hebat juga lo Cyn semalem” pujinya
“Sakit semua nih Rei” jawabku sambil meringis “Gue pulang dulu ya capek nih”
“Ya udah tapi minum ini dulu ya?” katanya sambil menyogorkan gelas yang penuh dengan sperma “gue tau loe pasti suka”
“Aduh Rei gue laper banget, dari kemaren malem gue blom makan” jawabku mengiba.
“Enggak, minum dulu baru boleh pulang. Udah lah cepet minum” tegasnya.
“Iih maksa banget sih” gerutuku.
Rei pun segera mengambil video camnya dan menyuruhku bergaya seolah olah aku menikmati minum sperma. Aku pun hanya tersenyum sambil menegak habis sperma itu.
Rei pun tersenyum dan berkata “Mulai hari ini kalo loe ke mana mana usahain jangan pake beha ato celana dalem, ok? jadi ntar kalo gue kepengen ngentot, cuma tinggal masukin doank” katanya sambil ketawa.
“Gila loe” umpatku sambil ngeloyor pergi.
Aku yang sangat lelah segera meninggalkan tempat Rei dengan setengah berlari. Tak kuduga, itu membuat toketku yang tak berbeha itu meloncat loncat dengan bebasnya. Aku yang sudah kelaparan, segera membuka pintu mobilku dan dengan segera menancap gasnya. Saat aku sedang di highway, aku pun mulai berpikir apa yang bakalan Rei lakuin dengan foto dan video tadi malam itu. Aku pun kalut, aku takut kalo Rei bakalan menyebarkan foto foto itu ke teman temanku. Aku pun mencoba menelpon tempat Rei, tapi tidak ada yang menjawab. Aku takut untuk kembali ke tempat Rei karena anus dan memekku yang masih sakit. Maka kuputuskan untuk pulang ke rumah dan mengisi perut yang dari tadi merengek rengek untuk diisi.
Begitu sampai di rumah, sekilas kulihat jam yang sudah menunjukkan pukul 10 pagi. Segera kugoreng 2 telor ayam untuk kumakan. Hanya segelas air putih dan air mani yang terisi di dalam lambungku. Selesai makan, aku pun segera melepaskan bajuku dan mulai mandi. Selesai mandi, aku segera mengoleskan moisturiser ke memek dan anusku. Terasa dingin dan enak sekali. Tak terasa, aku pun mulai menggerang keenakan. Tapi segera kutepis keinginan untuk masturbasi. Ketika aku mulai menggosok gigiku, kuperhatikan leherku yang banyak sekali bekas cupangan. “Sialan” umpatku dalam hati. Aku pun segera memeriksa cupangan cupangan itu. Ternyata, bukan hanya di leherku, tapi di daerah toketku banyak sekali cupangan yang terlihat sangat merah.
Aku cuma menggosok gosok bekas cupangan itu dengan penuh kesal. Setelah menyikat gigiku, aku pun segera keluar dari kamar mandi dengan telanjang. Aku memang jarang memakai baju kalau di rumah. Segera kunyalakan TV untuk memecahkan keheningan. Aku segera melepas lelah dengan tiduran di sofa. Tak lama, aku pun terlelap dalam mimpi. Ketika aku terbangun, aku melihat sebuah amplop coklat di atas meja.
“Buat: Cynthia” Hanya itu yang tertulis di amplopnya, tidak ada nama pengirim atau pun alamat. Aku yang terheran heran segera berlari ke pintu, tapi kudapati pintu masih terkunci rapat. Hanya si Rei yang punya kunci cadangan rumahku. Kutebak kalo isi amplop itu adalah foto foto dari pesta seks tadi malam. Dengan cepatnya kurobek amplop itu dan kudapati puluhan foto bugil dan foto ku yang di entot rame rame itu. Foto demi foto aku lihat dengan teliti. Tak kuduga, foto foto itu bisa membuatku terangsang. Kagetnya aku ketika kulihat adegan yang aku sedang tertidur. Ternyata mereka memasukkan bermacam macam barang ke dalam memekku. Dari mentimun, botol beer bahkan sepatu hak tinggiku. Terus terang aku sangat terangsang melihatnya, tapi aku takut kalo Rei bakalan menyalahgunakan foto itu. Ketika aku mau menelpon Rei, kulihat bahwa ada pesan di mesin penjawabku. Aku segera mendegarkan pesan itu. Ternyata si Rei.
“Cyn, gimana bagus ga fotonya? Gue tadi ke rumah elo trus gue liat loe tidur ama telanjang gitu. Bagus lho bekas cupangannya. Hahaha.. Oh iya gue tadi ambil semua beha dan celana dalem loe di lemari pakaian loe. Koleksi loe banyak juga ya. Sekarang kalo ga usah pake kayak gituan lagi lah. Loe lebih seksi kok kalo ga pake. Trus loe kalo lagi bulanan loe ke rumah gue aja minta celana dalem elo. OK? Call me ASAP”
Tercengang aku mendengar berita itu. Segera aku lari ke kamarku dan kulihat bahwa memang benar kalo beha dan celana dalamku sudah raib. Kuraih telpon di kamar dan langsung ketekan nomor telepon Rei.
Dengan santainya dia menjawab “Halo sayang, udah bangun nih?”
“Udah gila. Kok loe bisa bisa nya sih ambil semua beha ama CD ku?”, teriakku marah
“Udah lah, kan loe jadi kelihatan lebih sexy kalo ga pake itu”, belanya.
“Seksi apa? Loe gila ya Rei? Ntar kalo orang orang tau muka gue mau ditaruh di mana?”, jawabku dengan kesalnya.
“Heheheh, pilih mana loe, orang orang tau loe ga pake beha ama celana dalem ato loe yang digarap rame rame ama temen temen gue tadi malem?”, katanya sedikit mengancam.
Aku sangat kaget mendengarnya.
“Mau loe apaan sih, Rei? Loe ga bakalan nyebarin foto foto dan video itu kan?”, pintaku memelas.
“Kalo loe masih ngotot beli beha ama celana dalem lagi ya pasti gue sebarin sih”, tegasnya.
Duniaku pun serasa runtuh mendengarnya. Tak sadar aku cuma terduduk di lantai dengan bengong, sedangkan Rei menutup telponnya. Sambil bangkit berdiri, aku menaruh gagang telpon ku ke tempatnya. Aku segera mengambil robe mandi untuk menutupi tubuhku yang telanjang. Kemudian, aku berpikir sejenak kulepas robeku dan langsung ku kenakan kemeja hitam yang agak longgar dan celana jeans. Kurapikan rambutku dan dengan setengah berlari, aku menyambar kunci mobil dan dompetku, tak lupa juga kuambil kaca mata hitam yang tergeletak di sampingnya. Tak lama kemudian, kupacu mobilku kembali ke tempat si Rei. Aku tau dia sedang tidak ada di rumah. Sesampainya di sana, segera kubuka apartemenya dengan kunci yang pernah dia berikan. Terkejutnya aku saat ku lihat Rei sedang duduk dengan enaknya sambil ngerokok.
“Kenapa Cyn? Mau lagi?”, tanyanya setengah mengejek.
“Kasih klisenya ke gue”, bentakku setengah melotot.
“Nih ambil aja” katanya sambil melemparkan klise itu ke arahku.
Tak kuduga, dengan gampangnya dia menyerahkan klise itu. Ketika kulihat muka si Rei yang penuh dengan senyum itu, aku merasa ada yang tidak beres.
“Loe udah bikin ini digital ya Rei?”, selidikku
“Yup”, jawabnya dengan singkat.
“Rei loe hapus donk pls. Gue ga mau kalo temen temen gue tau”, rengekku.
“Ga bakalan kok. Gue cuma pengen aja punya foto loe yang lagi dientot rame rame. Swear, gue ga bakalan kasih ke siapa pun juga”, timpalnya.
“Awas ya, loe udah janji nih”, ancamku.
“Okey dokey”, jawabnya.
Aku pun langsung lega mendengar itu. Aku tau Rei adalah orang yang bisa jaga janji. Kemudian kuingat kalo Rei masih menyimpan beha dan celana dalamku.
“Trus beha and celana dalamku gimana?”, tanyaku
“Ooh itu, udah gue buanglah”, jawabnya sambil ketawa.
“Loe boong kan?”, tanyaku dengan kaget, “Itu mahal Rei”
“Berapa sih? gue ganti deh”, jawabnya singkat.
Tak berdaya aku mendengar itu. Pikiranku sudah kalut. Cuma kutatap Rei yang memasang tampang cuek dengan penuh kebingungan. Memang dia berduit tapi jawabannya benar benar menusuk di hati. Ruangan itu menjadi sangat sunyi sejenak.
“Mau makan siang ga Cyn?” tanyanya memecah kesunyian.
“Gue mo makan nih cuman ga ada yang nemenin. Loe mau ikut ga?”, tanyanya lagi.
“Ya udah”. jawabku dengan pasrah.
Di dalam lift, Rei dengan santainya mulai meremas toket dan pantatku. Kudiamkan saja ketika Rei bilang kalo tanpa beha dan celana dalam aku terlihat lebih merangsang. Lift pun segera turun ke lantai bawah sedangkan Rei hanya meremas remas toketku dan sesekali melintir putingku. Aku dengan setengah terpejam menikmati permainan itu. Tak terasa, aku tengah mendesah desah dalam nafsu mengikuti permainan tangan Rei di toketku. Tapi permainan itu segera selesai ketika Lift pun berhenti di lantai paling bawah. Kami berdua segera menuju ke mobil si Rei.
Tak kuduga dengan santai nya dia membuka 2 kancing bajuku dan berkata, “Gini kan lebih sexy”.
Aku hanya menggelengkan kepala mendengarnya. Tanpa memakai beha dan dengan belahan dada yang begitu rendah, membuat orang orang bisa melihat toketku dengan tanpa halangan kalau aku sedikit membungkuk.
“Body loe itu terlalu seksi lagi, buat apa di tutup-tutupin”, katanya ketika melihatku mencoba mengancingkan bajuku.
“Kenapa sih? Loe minder ama tubuh loe?”, sahutnya lagi.
Urunglah niatku untuk mengancingkan bajuku. Dengan muka yang bete, aku segera duduk di bangku depan di samping Rei. Dia segera mengemudikan mobilnya ke arah China Town. Dengan tersenyum kepadaku, Rei menunjuk ke arah pangkal pahanya. Aku yang sudah tau maksudnya cuman membuka resletingnya dan mulai mengocok barangnya yang sudah setengah berdiri. Dengan agak malas, aku membungkuk dan melahap barang itu tanpa ragu ragu. Kusedot sedot kontol itu dengan penuh nafsu, sambil kupijit pijit buah pelirnya. Rei pun hanya mendesah desah sambil mencoba mengemudikan mobil. Aku merasa mobilnya berjalan melambat. Setelah dengan cepatnya kukocok dan kusedot senjatanya itu, akhirnya Rei pun dengan mengerang gerang menyemprotkan spermanya ke dalam mulutku. Langsung kutelan sperma itu tapi dengan keadaan menunduk, aku pun agak tersedak. Kuangkat wajah ku dan mulai ku lap mulutku dengan tissue.
“Wah tambah jago loe ya”, puji Rei.
Aku hanya bisa tersenyum dengan paksa ketika mendengarnya.
“Loe besok kelas jam berapa?”, tanyanya.
“Jem 2 an lah, kayak biasanya”, jawabku.
“Kalo gitu ntar malem maen lagi yuk, cuman gue ama si Donny doank kok. Mau ga?”, tambahnya.
“Ga deh Rei, memek gue masih sakit nih”, jawabku terus terang.
“Udah lah, ga papa, cuma seronde doank kok”, rengeknya
“Liat ntar lah”, jawabku tak ambil pusing.
“Dah sampe nih”, katanya singkat.
Kita pun turun dari mobil dan masuk ke Chinese Restaurant yang terbilang besar. Betapa kagetnya aku melihat si Donny dengan santainya menyapaku. Baru kusadari kalau Donny itu adalah anak yang punya restaurant ini. Dengan santainya dia menyruh Rei dan aku segera naik ke lantai dua. Kuikuti keduanya dari belakang dengan menebak nebak rencana mereka. Sesampai di lantai dua, Donny pun membuka pintu sebuah kamar yang sangat luas. Di dalamnya nampak sebuah tempat tidur dan bermacam macam elektronik. Ternyata itu kamar si Donny. Aku pun segera duduk di lantai di belakang meja pendek dan disusul oleh Donny dan Rei.
“Loe hebat juga kemaren Cyn”, sahut Donny membuka pembicaraan.
“Ah ga kok”, sahutku merendah.
“Bentar ya gue pesenin makanan di bawah”, sahut Donny sambil berlalu.
Kulihat dia hanya mengangkat telepon dan memesan beberapa makanan untuk diantarkan ke kamarnya.
“Dasar anak orang kaya”, pikirku.
“Cyn, menurut elo, siapa yang paling kuat kemaren?”, tanya si Donny tanpa ada malu.
“Semua sama kok”, jawabku singkat.
“Pengen lagi ga?”, tanya nya menggoda.
“Ga sekarang deh, sakit semua nih badanku”, alasanku.
“Ayolah, ga bakalan sakit kok”, katanya sambil meremas remas toketku.
“Sorry banget deh Don, gue bener bener capek nih”, tolakku dengan halus.
“Ya udah lah”, gerutunya sambil keluar kamar.
Kulihat Rei hanya tiduran sambil baca komik di lantai. Dia tidak memperhatikan aku sama sekali. Aku pun mulai berdiri dan melihat lihat kamar si Donny. Banyak sekali DVD-DVD porno yang berserakan di lantai. Dinding dindingnya penuh dengan poster poster para pemain sepak bola. Dengan bosan, aku segera menyalakan TV besar di kamar itu. Kuganti ganti saluran TV untuk mencari sesuatu yang kelihatannya menarik. Tapi NOL hasilnya. Channel demi Channel hanya menampilkan acara yang tidak menarik sama sekali. Tiba tiba, pintu kamar pun terbuka dan kulihat seorang pelayan masuk membawa beberapa makanan di atas baki dan menaruhnya di meja. Ketika aku hendak membayar, pelayan itu hanya bilang dengan sopan kalo makannya sudah dibayar oleh Donny.
“Wah, gentle juga dia”, pikirku.
Tak lama kemudian, Donny pun muncul dengan membawa 3 gelas kecil berisikan liquor. Katanya minuman itu adalah keistimewaan restaurant ini. Aku pun bilang ke Donny kalo lebih enak minumnya setelah makan. Donny cuma ketawa dan mengangguk. Maka, kami pun makan dengan enaknya. Sewaktu makan, Donny dan Rei hanya memuji muji tubuh dan teknik ku selama tadi malam. Aku cuma bisa tersipu malu mendengarnya. Donny pun setuju dengan Rei yang bilang kalo aku lebih merangsang tanpa memakai beha dan celana dalam. Aku hanya menggelengkan kepala mendengar itu. Setelah makan, Donny pun segera memberiku minuman yang tadi di bawanya. Tanpa ba bi bu, segera kutegak minuman. Sangat keras tapi halus. Nama minuman itu adalah Ice fire. Nama yang sangat keren pikirku. Tak lama kemudian, kita pun hanya berbincang bincang tanpa tujuan. Makin lama aku merasa kepala dan mataku semakin berat.
“Wah KO deh dia”, kata Donny kepada Rei
“Yoi, udah pasti ga kuat lah”, timpal Rei
“Kasian deh ngeliatnya”, sahut si Rei lagi
Aku yang sudah tergeletak tak berdaya itu masih bisa mendengar mereka samar samar. Kemudian, aku merasa salah seorang dari mereka mengangkat tubuhku dan dibaringkannya aku di atas kasur. Dengan cepat nya keduanya segera melepas jeans dan bajuku. Aku sudah benar benar tidak berdaya menghadapinya. Tak lama kemudian, aku merasa ada dua jari yang mengisi memekku.
“Masih kering nih Rei, ga terangsang dianya”, Ternyata si Donny.
“Udahlah entot aja, ntar juga basah ndiri”, sahut Rei enteng.
Tak kuduga mereka bakalan memperkosaku. Ingin sekali aku berontak, tetapi tangan dan kakiku sangat lah terasa lemas. Kemudian, aku merasa ada kontol yang menyeruak masuk ke dalam memekku. Aku hanya menjerit tertahan menahan sakit yang luar biasa itu. Tanpa memperdulikanku, dia segera memompanya keluar masuk dengan agak susah. Setelah beberapa lama, aku pun menjadi terangsang dan mulai menikmati genjotan itu. Pintar sekali yang mengentotku itu, dia bisa memulai genjotan genjotan dengan cepat dan kemudian mempercepatnya. Diperlakukan begitu, aku pun tidak bisa bertahan lama. Hanya dientot oleh satu orang, aku bisa keluar sampai 3 kali. Saat dia keluar, dia tidak menarik kontolnya dari memekku. Berkali kali kontolnya memuntahkan sperma di dalam memekku. Kemudian dia langsung menarik kontolnya dari memekku.
Tapi ada kontol lain yang segera mengisi memekku dan mulai memompaku. Aku sempat kuwalahan menghadapi itu. Aku tahu dari gaya dan ukuran kontolnya kalo itu pasti si Rei. Dengan cepat nya Rei memompaku sementara aku hanya bisa mendesah desah kenikmatan. Tak berapa lama kemudian, aku segera mencapai orgasme, tapi Rei masih memompa tubuhku. Rei pun mulai menarik kontolnya dari memekku, tapi aku malah mengangkat memekku dan menyodorkannya ke Rei. Tak kuduga dengan kasarnya Rei mulai memompaku lagi. Aku menjerit kecil ketika kepala kontolnya menhantam dinding rahimku. Tak lama aku pun keluar lagi dan lagi. Aku hanya bisa mendesah keenakan ketika Rei menyemprotkan spermanya ke dalam memekku.
Aku yang sudah capek hanya bisa terkulai dengan lemas dan penuh keringat. Kudengar langkah kaki mendekat dan kurasakan ada sesuatu menyeruak masuk ke memekku. Aku sudah tidak mempedulikannya lagi. Aku hanya bisa tertidur tak berdaya.
Ketika aku bangun, kuraba memekku dan kutemukan sebuah dildo menancap dengan tentramnya. Ketika kukeluarkan dildo itu, banyak sekali sperma yang mengalir keluar dari dalam vaginaku. Banyak juga sperma yang telah mengering di perut dan toketku.
“Sialan”, pikirku, “gue dikerjain lagi deh”.
Kulihat Donny dan Rei hanya ketawa melihatku telanjang dengan bermandikan sperma itu. Rei bilang kalo dia bentar lagi mau pulang trus aku disuruhnya pake baju. Ketika bilang kalo aku mau merapikan diri, si Rei bilang itu ga perlu.
Aku pun langsung memakai baju yang tadi kukenakan dan mengikat rambutku kebelakang. Tanpa lupa pamitan ke Donny, aku dan Rei pun segera meninggalkan tempat itu. Masih banyak sekali sperma yang ada di dalam memekku saat aku di mobil Rei. Entah itu sperma Donny atau Rei tapi dengan jelas kurasakan sperma itu meleleh turun ke pahaku. Di dalam perjalanan menuju tempat Rei, aku hanya diam saja karena kelelahan. Ketika sampai di tempat Rei, aku segera mengambil kunci mobilku dan langsung pulang ke.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar